BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Saturday, June 25, 2011

ZIONIS YAHUDI BERUSAHA MERUNTUHKAN MASJID AL-AQSA

Ada upaya sistematis Zionis Yahudi untuk menghancurkan Masjid Al-Aqsha dalam rangka membangun kembali Temple of Solomon yang mereka yakini terletak di bawah masjid tersebut. Mampukah umat Islam seluruh dunia menggagalkan rencana Zionis Yahudi itu?


"Subhanalladzi asra bi'abdihf lailan minal masjidil-haram Hal masjdil-aqsha, alladzi Barakna hawlahu linuriyahu min ayatina."


Demikian firman Allah SWT dalam Al Quran surat Al-lsra ayat 1. Artinya: "Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dan Masjid Al-Haram ke Masjid Al-Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya untuk Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kekuasaan Kami."


Firman Allah tersebut selalu atau sering menjadi referensi dalam acara peringatan Isra-Mi'raj Nabi Muhammad SAW (27 Rajab) yang setiap tahun diselenggarakan umat Islam. Setiap Muslim tentu mengetahui di mana letak kedua masjid tersebut. Masjid Al-Aqsha yang terletak di Baitulmaqdis (Jerusalem), Palestina, pernah menjadi kiblat pertama umat Islam sebelum Allah memindahkan kiblat shaiat ke arah Masjid AI-Haram di Makkah. Perintah pengalihan arah itu turun pada saat Nabi Muhammad SAW sedang melaksanakan shaiat Ashar di salah satu masjid di Madinah yang kemudian diberi nama Masjid Qiblatain (Masjid Dua Kiblat) (QS. Al Baqarah :144).


Kata al-aqsha mengandung dua arti. Secara harfiah ia berarti "jauh", maksudnya jauh dari Masjid AI-Haram. Arti makna-wiyahnya menurut sebagian ulama "bebas dari segala jenis kotoran, karena masjid ini tempat turun malaikat dan wahyu serta kiblat para Nabi sebeluim Nabi Muhammad SAW".


Menurut riwayat, Masjid Al-Aqsha di-bangun oleh Nabi Adam AS setelah beliau membangun Masjid Al-Haram. Dengan demikian Masjid Al-Aqsha adalah masjid kedua yang dibangun di muka bumi. Masjid itu rusak dan runtuh dimakan waktu, kemudian dibangun kembali oleh Nabi Ya'qub AS, 40 tahun setelah Ka'bah dibangun kembali oleh kakeknya, Nabi Ibrahim AS. Nabi Daud AS membangun ulang masjid itu dan disempurnakan oleh putranya, Nabi Sulaiman AS.


Bagi umat Islam, Masjid Al-Aqsha merupakan masjid ketiga termulia setelah Masjid Al-Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Nabi Muhammad SAW bersabda, 'Janganlah kamu merasa berat melakukan perjalanan ke tiga masjid : Masjid Al-Haram, Masjidku, dan Masjid Al-Aqsha. Shalat di Masjid Al-Haram lebih utama dari seratus ribu kali di tempat lain, kecuali di Masjid Al-Aqsha." (HR. Ad-Darimi, An-Nasai, dan Ahmad)


Berulangkali para Khalifah dinasti Islam melakukan perbaikan dan pembaruan masjid tersebut. Bahkan pada tahun 691 (72 H), Khalifah Abdul Malik bin Marwan dari dinasti Umayyah, selain merehab dan merenovasi Masjid Al-Aqsha, dengan kubah berwarna hijau dan plaza yang luas, juga mendirikan sebuah bangunan berbentuk kubah untuk melindungi batu tempat pijakan Rasulullah SAW saat beliau akan dimi'rajkan. Bangunan itu terletak tak jauh (sekitar 100 meter) di sebelah utara Masjid AI-Aqsha, kemudian disebut Masjid Qubbah Al-Shakhrah (Qubbatush-Sha-khrah, artinya Kubah Batu, Inggris: Dome of the Rock). Kubahnya berwarna kuning keemasan.




                                                 GAMBARAN HAIKAL SULAIMAN
Zionis Yahudi berusaha meruntuhkan Masjid Al-Aqsha


Sejak Perang Arab-Israel pada 1967, Jerusalem jatuh ke tangan Israel. Termasuk kompleks Masjid AI-Aqsha yang lazim disebut Haram al-Syarif, atau Haram al-Quds (Tanah Haram yang Suci) kini berada dalam cengkeraman Israel. Kompleks itu berbentuk persegi panjang dengan luas 285 x 470 meter, sekelilingnya dipagari tembok.


Dr. Marwan Saeed Saleh, guru besar matematika di Universitas Zayed, Dubai, menulis di Harian AI-Dastour, tentang anggapan kaum Yahudi bahwa Haram al-Quds tersebut merupakan tempat suci yang dianugerahkan Tuhan kepada Ibrahim dan keturunannya. Terlebih lagi kaum Yahudi meyakini bahwa di bawah Masjid AI-Aqsha terletak bangunan tempat ibadah Nabi Sulaiman AS yang disebut Haekal Sulaiman (Temple of Solomon). Haekal tersebut telah dihancurkan oleh Kaisar Titus dari Romawi.


Sejak 1967 kaum Zionis Yahudi bertekad akan membangun kembali Temple of Solomon itu, apa pun dampaknya terhadap bangunan Masjid Al-Aqsha, bahkan kalau perlu masjid itu akan dirubuhkan sama sekali. Sementara ini kaum Yahudi telah membangun Tembok Ratapan (Wailing Wall), persis di dinding barat Masjid Al-Aqsha. Mereka juga melakukan penggalian-penggalian di bawah Masjid Al-Aqsha dan Masdjid Qubbah Al-Shakhrah.


Sekelompok ekstrim Yahudi pernah merencanakan akan meledakkan tempat-tempat suci umat Islam itu pada 1985, namun terbongkar dan dapat digagalkan.


Di samping itu, menurut Marwan Saeed Saleh, kaum Zionis Yahudi secara sistematis melakukan kampanye penyesatan terhadap umat Islam. Mereka sengaja lebih menonjolkan pemberitaan dan foto-foto Masjid Qubbah Al-Shakhrah untuk mengalihkan perhatian umat Islam dari Masjid Al-Aqsha, Harapan mereka, suatu saat nanti umat Islam akan menganggap Masjid Qubbah Al-Shakhrah itulah Masjid Al-Aqsha, sehingga kaum Zionis Yahudi merasa akan lebih leluasa untuk melenyapkan Masjid Al-Aqsha dari muka bumi.


Mungkin tanpa sengaja, atau karena faktor kesulitan mendapatkan foto Masjid Al-Aqsha, ilustrasi yang ditampilkan di dalam Ensiklopedi Islam, terbitan PT Ikhtiar Baru Van Hoeve, Jakarta, pada saat mem-bicarakan Masjidilaksa (jilid 3, halaman 190), juga adalah foto Masjid Qubbah Al-Shakhrah, bukan foto Masjid AI-Aqsha. Mudah-mudahan ini bukan bukti ke-berhasilan kampanye Zionis Yahudi.


Galang partisipasi umat


Tak ada jalan lain bagi umai Islam di seluruh dunia kecuali menggalang persatuan untuk menggagalkan rencana dan upaya kaum Zionis Yahudi yang ingin meruntuhkan Masjid Al-Aqsha. Umat Islam dan pemerintah negara-negara berpen-duduk mayoritas Muslim hendaklah meningkatkan terus solidaritas bersama membantu perjuangan bangsa Palestina untuk membebaskan seluruh wilayahnya dari pendudukan Israel, termasuk Jerusalem dan terutama kompleks Haram al-Quds , lokasi Masjid AI-Aqsha dan Masjid Qubbah Al-Shakhrah.

Wednesday, June 8, 2011

Berbakti kpd Ibu Bapa Pintu Masuk Syurga


Ketika ibu dari Iyas bin Muawiyah wafat, Iyas meneteskan air mata tanpa meratap (niyahah), lalu beliau ditanya tentang sebab tangisannya, jawabnya,”Allah bukakan untukku dua pintu masuk jannah, sekarang, satu pintu telah ditutup.”
Begitulah, orangtua adalah pintu jannah, bahkan pintu yang paling tengah diantara pintu-pintu yang lain. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Orangtua adalah pintu jannah yang paling tengah, terserah kamu, hendak kamu terlantarkan ia, atau kamu hendak menjaganya.” (HR Tirmidzi). Al-Qadhi berkata, ” Maksud pintu jannah yang paling tengah adalah pintu yang paling bagus dan paling tinggi. Dengan kata lain, sebaik-baik sarana yang bisa mengantarkan seseorang ke dalam jannah dan meraih derajat yang tinggi adalah dengan mentaati orangtua dan menjaganya.”
Bersyukurlah jika kita masih memiliki orangtua, karena di depan kita ada pintu jannah yang lebar menganga. Terlebih bila orangtua telah berusia lanjut. Dalam kondisi tak berdaya, atau mungkin sudah pelupa, pikun atau tak mampu lagi merawat dan menjaga dirinya sendiri, persis seperti bayi yang baru lahir.
Rata-rata manusia begitu antusias dan bersuka cita tatkala memandikan bayinya, mencebokinya dan merawatnya dengan wajah ceria. Berbeda halnya dengan sikapnya terhadap orangtuanya yang kembali menjadi seperti bayi. Rasa malas, bosan dan kadang kesal seringkali terungkap dalam kata dan perilaku. Mengapa? Mungkin karena ia hanya berorientasi kepada dunia, si bayi bisa diharapkan nantinya produktif, sedangkan orang yang tua renta, tak lagi diharapkan kontribusinya. Andai saja kita berorientasi akhirat, sungguh kita akan memperlakukan orangtua kita yang tua renta dengan baik, karena hasil yang kita panen lebih banyak dan lebih kekal.
Sungguh terlalu, orang yang mendapatkan orangtuanya berusia lanjut, tapi ia tidak masuk jannah, padahal kesempatan begitu mudah baginya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Sungguh celaka… sungguh celaka… sungguh celaka..”, lalu dikatakan,”Siapakah itu wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Yakni orang yang mendapatkan salah satu orangtuanya, atau kedua orangtuanya berusia lanjut, namun ia tidak masuk jannah.” (HR Muslim)
Ia tidak masuk jannah karena tak berbakti, tidak mentaati perintahnya, tidak berusaha membuat senang hatinya, tidak meringankan kesusahannya, tidak menjaga kata-katanya, dan tidak merawatnya saat mereka tak lagi mampu hidup mandiri. Saatnya kita berkaca diri, sudahkah layak kita disebut sebagai anak berbakti?
(Abu Umar A)

Tuesday, June 7, 2011

BAGAIMANA AGAR DOA TERKABUL???


Ketika sebuah doa tidak dikabulkan,maka lihatlah ke dalam diri kita…
Coba renungkan hadits-hadits berikut :
“Barangsiapa ingin doanya dikabulkan,dan kesulitannya teratasi,hendaklah dia menolong orang yang dalam kesempitan.” (Hadits riwayat Ahmad)
“Jika diantara kalian sudah tidak ada yang menyerukan kebaikan,membiarkan kemungkaran merajalela, perjudian, perzinahan,dsb,maka tunggulah hingga ketika kamu berdoa tiada dikabulkan.” (Hadits riwayat Al-Baihaqy)
Dari Abu Hurairah ra,sesungguhnya Rasulullah SAW berkata tentang seseorang yang mengulurkan tangannya ke langit,seraya berkata:”Wahai Rabb,wahai Rabb,padahal makanannya haram,pakaiannya haram dan dia juga memberi makan dengan yang haram,maka mana mungkin akan dipenuhi doanya?” (Al-Baihaqy)
Allah itu Tuhan Yang Maha Suci,Jadi bagaimana Dia akan menerima doa dari jiwa yang kotor,badan yang kotor dan lingkungan yang kotor? Sgala hal yang terdapat pada diri seseorang dilingkupi dengan hal yang diharamkanNya. Apalagi jika orang yang berdoa tsb tidak mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Allah,seperti sholat,sedekah,zakat dan menyantuni anak yatim.Bahkan cenderung berlaku sombong,menzalimi orang lain,bohong,atau malah syirik,memohon kepada selain Allah,menggunakan ajimat,pergi ke peramal,menabur garam di setiap sudut rumahnya,menyediakan sesaji tiap malam jumat.Tidak mungkin Allah akan menjawab semua keluh kesahnya dan memenuhi keinginannya. [ust.Yusuf Mansur]
“..berdoalah kamu. Dan doanya orang-orang kafir itu sia-sia belaka.” (Al Mukmin 50)
Jelaslah,bahwa keberuntungan hanya didapat bila kita beriman kepada Allah.Dan tidak dikatakan beriman,bila kita tiada mau tunduk dan patuh terhadap apa yang diperintahkan Allah kepada kita. Dan bukan pula disebut beriman bila tiada berbuah ibadah dan amal sholeh.Sgala petunjuk Allah telah jelas adanya,sampai kapan kita terus sholat dan berdoa yang nilainya sia-sia? Mari perbaiki ibadah kita,perbanyak amal sholeh,menyeru yang ma’ruf dan menjauhi yang munkar.
Ya Qudduus,Ya Razzaq,Ya Baasith,..
Ya Allah yang Maha Suci,Yang Maha Pemberi Rizki,lapangkanlah segala urusan kami..
Jadikanlah mudah bagi kami memperbaiki keimanan ini,ibadah dan amal sholeh kami,agar apa yang kami mohonkan padaMu,Engkau berkenan mengabulkannya..Amin